Labels

Friday, March 2, 2012

Kelakuan Minus Vs Empati ??

agen.jpg

Pagi hari ini, saya dikagetkan dengan kabar ada salah satu teman saya yang terkena musibah. Musibah yang sering didengar atas ketidakpedulian orang saat ini. Ketidakpedulian orang saat ia berbuat salah untuk bertanggung jawab terhadap hal yang terjadi. 

Kejadian pagi ini, teman saya menjadi korban tabrak lari. Saat lampu lalu lintas di Riung Bandung, Kota Bandung berwarna merah, seorang bapak mengendarai motor matic menabrak teman saya yang baru berhenti. Akibatnya teman saya harus tersungkur ke kanan dan menyebabkan dia terjepit kakinya hingga bengkak. Motornya pun membuat pengendara disebelahnya jatuh. Sementara si Pelaku dengan cepat mengangkat motor minta maaf dan langsung meninggalkan kekacauan yang dibuatnya, tanpa ada maksud membantu korban yang jatuh akibat kelalaiannya. Belum lagi kerusakan yang disebabkannya, Dia dengan tanpa berdosa ngeloyor padahal lampu belakang motor teman saya pecah begitu juga dengan spakboard belakang patah. 

Adalagi cerita dengan kasus serupa, yang tidak tau apa orang yang sama pelakunya atau memang sekarang orang banyak yang bertingkah laku minus??

Kecelakaan yang menimpa kerabat dari teman saya yang lain. Saat keponakan teman saya selesai menjemput anaknya dari sekolah, di jalan Sriwijaya, Bandung. Tiba2 ia ditabrak dari belakang oleh seseorang yang setelah membuat orang tersungkur, segera mengangkat motor pergi dengan kata minta maaf tanpa mau perduli dengan anak kecil yang terlempar dengan muka lecet2 atau korbannya, yang seorang ibu, masih tersungkur tidak berdaya. Orang tersebut tanpa sedikitpun peduli akan orang yang telah dirugikannya, apakah dia ketakutan? tidak memiliki SIM? atau malah tidak memiliki SIM, baru punya motor dan dengan bangga mengendarainya di jalan tanpa ada rasa tanggung jawab kepada orang lain.

Permintaan maaf sebaiknya tulus karena telah merugikan orang lain, untuk dimaafkan perlu usaha lain dari pelaku, namun mau tahu akan derita orang laen yang telah dirugikannya adalah hal yang baik. Karena penilaian akan salah dan benar memang bukan hak kita sebagai manusia menilai, namun hendaknya kita sadar akan perilaku kita. Dan bersikap empati terhadap orang lain adalah kebaikan sedangkan untuk tidak merugikan dan membuat orang lain celaka karena kita adalah tanggung jawab akan kontrol diri kita sendiri.

Maka ada baiknya kita bersikap lebih bertanggung jawab, memiliki empati, memiliki kontrol diri serta sadar.
Jangan sampai kelakuan kita yang merugikan orang lain akan menjadi karma untuk diri kita sendiri. Pelajaran  yang terjadi di Negeri China beberapa waktu lalu dan kejadian di atas dapat menjadi cermin akan perilaku diri kita saat ini.

Semoga berguna


No comments:

Post a Comment